BANDAR LAMPUNG – Inovasi teknologi kesehatan bertaraf internasional resmi diperkenalkan kepada para praktisi medis di Lampung melalui seminar bertajuk “The Innovative CT CAD Lung Cancer Screening”. Dalam acara yang digelar di Hotel Emersia pada Sabtu (14/2) tersebut, Direktur Utama PT Sinergi Global Alkesindo, Kanti P. Wijiastuti, memaparkan keunggulan teknologi skrining kanker paru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang siap mendukung transformasi layanan onkologi di wilayah Lampung.
Kanti menjelaskan bahwa sistem pemindaian yang ia bawa telah mendapatkan pengakuan global dari otoritas kesehatan Amerika Serikat (FDA). Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan algoritma digital dalam menganalisis hasil pemindaian secara objektif untuk mendeteksi nodul paru yang ukurannya sangat kecil, sebuah tantangan yang sering kali dihadapi dalam pemeriksaan radiologi manual.
“Standar internasional menggunakan low dose CT scan. Dengan dukungan AI, nodul kecil bisa terdeteksi lebih akurat hingga lebih dari 95 persen,” ungkap Kanti P. Wijiastuti dalam presentasinya di hadapan perwakilan rumah sakit se-Lampung.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan YKI Lampung, dr. Zamzanariah, yang memandang kehadiran teknologi ini sebagai langkah maju bagi Lampung dalam menekan angka fatalitas penyakit kanker. Menurutnya, sinergi dengan penyedia teknologi seperti PT Sinergi Global Alkesindo merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan standar kesehatan masyarakat. Dukungan serupa datang dari dr. Imam Ghazali, Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek, yang menyatakan kesiapan institusinya untuk mengintegrasikan kemajuan teknologi ini ke dalam layanan onkologi rujukan.
Seminar di Hotel Emersia ini menegaskan komitmen kolektif antara organisasi sosial, penyedia teknologi, dan fasilitas kesehatan pemerintah. Melalui peran aktif Kanti P. Wijiastuti dan dukungan penuh dari YKI Lampung serta RSUD Abdul Moeloek, masyarakat Lampung kini memiliki akses terhadap solusi medis mutakhir yang diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih dini terhadap ancaman kanker paru stadium lanjut.
(Red/Adv)







